❝ are you belladorra? ❞
Home Change Wujudkan Petarung follow








Rencana ke Punthuk Setumbu ini sebenarnya sudah saya anggap sebagai urban myth. Lebih karena sudah direncanakan bertahun-tahun, entah sejak kuliah semester berapa dan tak pernah direalisasikan sampai satu-satu akhirnya lulus. Akan tetapi kemarin setelah pusing pra-seminar tesis, entah apa yang menggerakkan saya, jenda, jati, ceret, dan resti untuk (akhirnya) berangkat juga ke atas. Hehe.


Well, Punthuk Setumbu (atau Puncuk Wangdu--lol) adalah bukit pengamatan Borobudur yang memiliki pemandangan menakjubkan. Lokasinya terletak di Desa Karangrejo, barat Candi Borobudur. Terkenal karena pemandangan matahari terbit yang menerpa Borobudur dari kejauhan yang luar biasa. Ditambah lagi pemandangan sekeliling bukit yang juga sangat cantik.


Karena mengejar matahari terbitnya, kami berangkat dari Yogya jam setengah 3 malam. Saya sebenarnya sedikit takut untuk ke Magelang naik motor tengah malam begitu. Pertama karena waktu itulah banyak bis-bis dan truk muatan lewat baik menuju Magelang atau ke Semarang dan sekitarnya. Kedua karena parno ada vario putih yang suka bawa celurit (pelaku pembacokan Yogya beberapa tahun lalu). Apalagi jalur ke Borobudur adalah jalur darat utama Yogya - Semarang yang ramai kendaraan dan sepi permukiman. Huhu. Namun alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.


Kami sampai di Borobudur sekitar jam 4 pagi. Sudah banyak 'ojek' yang menunggu di pertigaan Hotel Manohara untuk mengantarkan turis-turis tak tahu jalan seperti kami ke Punthuk Setumbu. Nah, hati-hati dengan 'ojek' semacam ini. Kemarin kami dicegat oleh bapak-bapak yang mengaku mau mengantar sampai loket Punthuk Setumbu tapi minta bayaran 1 orang 10.000. Ngaku-ngaku jalan ditutup karena ada lelayu jadi harus mutar. Ck. Untung kami menolak dan memilih sholat subuh di Mesjid Kelurahan dulu. Dari situ kami diberi tahu oleh warga kalau tinggal belok kanan dan lurus terus aja. Lelayu juga ga ngaruh sama jalan kok, gitu. Ckck.


Karena matahari sudah hampir terbit, kami berterima kasih sama bapak dan ibu yang sudah menunjukkan jalan ke kami lalu ngebut ke Punthuk Setumbu. Sampai di sana kami masih harus lari-lari naik bukit yang becek karena takut ketinggalan matahari. Sayang, sampai di atas sana langit sudah mulai terang dan momen sunrisenya sedikit ketinggalan. Tapi tak apa, pemandangan yang berada di depan kami tak kalah menakjubkan. Kami bagai disambut oleh kabut yang membumbung tinggi. Indah. Membuat saya bertanya-tanya nikmat mana lagi yang Indonesia dustakan?



both picts owned by Akhmad Fais. Please credit if you use it :)



Pemberhentian selanjutnya: Pacitan! :)


PS: Jadi kalau mau ke Punthuk Setumbu dari Yogya, lewat Jalan Magelang terus saja ke utara. Nanti setelah Muntilan ada Gapura Borobudur kan, belok kiri. Sampai di Candi Borobudur belok kiri (barat) lagi lewat depan Hotel Manohara. Setelah itu, perempatan pertama yang ada Mesjid Kelurahan belok kanan saja. Lalu terus saja ikuti jalan nanti sampai kok ke loket Punthuk Setumbu. Tiketnya Rp. 15.000/orang dan dikelola warga sekitar :)


Enjoy :)

Labels: , , ,


friend is come and go



"You've gotta' dance like there's nobody watching,
Love like you'll never be hurt.
Sing like there's nobody listening,
And live like it's heaven on earth."
(And speak from the heart to be heard.)

William W. Purkey

Labels: , ,


melarikan diri sebentar dari rutinitas yang menjemukan :)


Tumben. Ya. Tumben, satnite kali ini saya ga galau :p #dilempar. Biasanya setiap satnite, saya seringkali tidak sadar telah menuliskan statement yang membuat teman-teman saya mencantumkan nama saya dalam akun jejaring sosial mereka dengan tuduhan "Galau" (Well, sebagian besar tuduhan itu benar, sayangnya). Tapi malam ini, (oke, saya ngaku) kegalauan saya sedikit terobati oleh Roomantique Night: Pensinya SMA 9 Yogyakarta. Sebuah acara yang menarik dan memuaskan (walau saya datang telat dan cuma nonton 3 performers aja). BRAVO!! #standingapplause


Frau

saya heran kenapa namanya ga Fräulein

Saya sudah mengenal musik Frau (yang nama aslinya adalah Leilani Hermiasih, mahasiswi Antropologi UGM) dari tulisan blog saudara yocki. Sudah pula mendownload lagunya (yang juga bisa kalian download disini) yang langsung sukses membuat saya kagum. Semua aransemen dan lirik lagu yang semua ia buat sendiri terdengar lincah, tidak tertebak dan imajinatif. Membuat pendengarnya menerka-nerka dan hanyut di retorika melodi yang ia buat. Bacalah review yang dibuat yocki, ia lebih dapat membahasakan bagaimana musik Frau yang menarik dengan lebih baik :P

Malam ini Frau sempat berkolaborasi dengan Nadya Hatta. Duo yang keren sakali menurut saya. Apalagi dengan tata panggung yang dihiasi dengan lilin-lilin sehingga kesannya romantis. Hehe. Saya suka sekali lagu "Salahku, Sahabatku."

Well, ini bukan curhat :|


Risky Summerbee & The Honeythief

Saya cuma bisa berpendapat kalau: musik mereka kaya.

I love them. Yap. Sebenarnya, tidak jelas genre apa yang mereka anut. Blues ada, Rock n Roll ada, Balad ada. Namun lirik lagu-lagunya dalam, penuh cerita, dan kebanyakan bukan tentang 'cinta melulu'. Ada yang bicara soal Munir, segala. Sadis. Dan saya begitu tercengang ketika melihat personel-personel mereka yang berbakat dalam setiap jenis alat musik. Namun sentuhan 'mendayu' mereka ada di lagu yang judulnya Fireflies. Apalagi tadi malam, lagu itu dibawakan lengkap dengan tarian pengiring yang berupa orang-orangan yang memakai kostum berkerlap-kerlip. Looks like fireflies, a bit :p. Canggih. Ga heran kenapa mereka bisa sampai manggung ke Osaka kemaren. Dan mereka asli cah jogja loh :*

endahNrhesa

Ini teaser utama pergelaran ini :D

Saya dari dulu ngefans sama pasangan ini dan dari dulu juga pingin menonton mereka secara langsung. Dan memang atmosfer mendengarkan musik dari mp3 dan live benar-benar berbeda. Anda tidak mungkin merinding mendengarkan rekaman mp3. Haha.

Malam ini saya baru tahu kalau mereka memang benar-benar berbakat. Musik begitu universal bagi mereka yang bahkan bisa diciptakan hanya dengan ketukan kaki, gumaman tanpa nada, tepukan-tepukan di senar gitar yang terlihat asal dan bunyi-bunyi yang bagi telinga awam saya terdengar tak lebih dari sebuah 'chaos'. Mereka juga pandai sekali membawa emosi kami (saya terutama :P) pada lagu-lagu yang mereka bawakan. Dan secara live juga saya tahu kalau mereka begitu kompak dan begitu so sweet. haha. Jadi ngiri :p

Langgeng ya Mbak Endah dan Mas Rhesa :)


Overall acaranya seru. Walau tadi saya agak terganggu juga sama alat pembuat asap yang suaranya mirip machine gun. Ga worthless lah uang saya terbuang. Apalagi tadi ada meet and greet dadakan sama EndahNRhesanya. Semoga SMA-SMA di Jogja kembali mengundang musisi-musisi favorit saya yaaa. Kalau boleh, lain kali, saya mau request Adhitya Sofyan :p



sebenarnya saya punya foto acara tadi, tapi karena kualitas kamera dan pengambil gambar yang bukan kelas profesional, mendingan ga ditampilin aja deh :p

Labels: , ,


1st day of November.

Biasanya bulan November itu identik dengan hujan. Hujan yang sangat lebat. Intensitas rintiknya yang begitu sering menganggu mobilitas apalagi bagi mereka yang menggunakan motor dan transportasi umum. Membuat ibu rumah tangga bingung karena cucian mereka tidak kering-kering dan membuat anak-anak banyak terkena flu karena terlalu sering bermain di bawah rintik hujan. Tapi saya suka hujan. Kadang saya berpura-pura melupakan mantel saya yang tersimpan rapi di bawah jok motor dan berbasah-basah. Semacam guilty pleasure aneh yang agak kekanak-kanakan. Kadang saya berdiam diri lama di teras lantai dua rumah saya. Mengendus bau tanah basah dan bau embun yang selalu berhasil menjadi mood-booster. Semacam aromaterapi alami yang ajaibnya tidak berharga mahal :p

Tapi tidak, tidak sekarang, tidak ditempat saya sekarang. Yogyakarta memang sedang dilanda hujan: Hujan Abu Vulkanik. Sounds cool, huh? Definitely. Pertama-tama saya juga excited ketika mengetahui Yogyakarta menjadi kota sephia. Keren! Kapan lagi? Tapi ketika abu vulkanik setebal 3-5 cm itu mulai berterbangan dan menganggu semua kegiatan..... okay, saya sebal.

Sigh.

Padahal kata teman saya, kampung halaman saya yang selalu panas: Pontianak sedang dalam suasana yang paling bersahabat. Matahari memilih bersinar di balik awan dan angin bertiup perlahan. Cuacanya indah, jauh dari imagi Pontianak pada umumnya. Teman saya berkata, ia terharu akan cuaca yang begitu berbeda. Haha. Sebegitu berbedanya, sebegitu ironinya. Semuanya berubah ya? Mau tak mau saya kembali galau mengingat semua teori konspirasi melawan teori Global Warming yang dipaparkan oleh seorang teman. Kembali ditawarkan pada pilihan percaya pada mayoritas atau berpikir rasional tapi batasan? Gilakah?

Nevermind. Kita ga boleh takut akan kematian dan ketiadaaan. Bukankah ketiadaaan adalah awal dari semuanya? Dawn hasn't coming yet.

Saya ngelantur ya? Haha. Btw, saya mohon maaf sekali (terutama kepada janji dan motivasi saya sendiri) yang begitu menyedihkan karena tidak mampu menyelesaikan challenge 30 hari menulis. Saya kurang motivasi dan kurang fokus, kelihatannya :-?

Anyway, saya punya beberapa wishes di bulan November ini. Saya tidak berdoa untuk dikabulkan (kecuali pada hal-hal yang diluar kemampuan kemanusiaan saya), saya berdoa untuk dicapaikan. Hm, mengerti perbedaanya? :)


RAIN. A HEAVY ONE
Hapuskan debu abu-abu ini dari tanah ini, Ya Tuhan. Jauhkan kami dari penyakit. Beri kami kelapangan dan waktu untuk berhenti sejenak dari kejenuhan. Waktu untuk berpikir, waktu untuk bersyukur, waktu untuk kembali mengenali diri kami sendiri dan waktu untuk berubah....


FORGIVENESS
from Mother Nature. We do too much mistake and do too much greed. Please save us from misery :(


DETERMINATION
this will be a very hectic month. I have will, but I don't have enough determination, courage and power. Bless me...


SURENESS
let me know or let me go :)

... please please please let me let me let get what I want this time
The Smith - Please, Please, Please

Labels: ,




so pretty in white
pretty when you're faithful.....

click to enlarge


Yogyakarta after "Small" Explosion
Thank God it just that small :)



Picts aren't mine. of course. Source: Wildan and his talented friend.
Thanks a bunch *hugs*
lyric : Bush - Inflatable

Labels: , ,


I don't want to wake up when September Ends

Hi :)

So long not to see each other, rite? Yeah. Somehow 'BUSY' became too obvious (?) for being an excuse. Haha. But I did busy, lately. Campus thingies, organization and orientation stuff, fight of my womanly ego and you'll shock when I told you that a whirlwind happened here last week. Yes! A very big whirlwind. Billboard felt down, also the trees and the roofs and I lost half of my laundry. Lol. But everything is under control now. Thanks God.

Well, I've been in Jogjakarta for several weeks now. It's become easier, more and more. I won't miss my home for a long time (I promise) but that feeling will never gone, I know. It just hiding somewhere in the corner of my heart. Waiting..

Ah, I need to tell you about my homestay keeper. The young man that used to help us do the electricity, refill the gas for cooking and do stuff that isn't easy for a female like us. Oh, save your energy about that gander problem for later, ladies! I'm not talking about that matter right now. This is the fact that happen in my homestay. We need a man to do a man jobs. It's why he is here. But lately, something strange happened. He's... err.. changed? I don't really sure howbut he is different in many ways. He become less polite with us, brave enough to use our motorcycle, bug us in the night and do other bad things that I can't explain here. He became so annoying and we can't stand him anymore.

I though he is the type of person that barely know the world and persuasion behind it. He just see how the big city is and he can't stand for its flattery. He mingle with the wrong person and socialize with higher level of community then his self in. It shock him! Makes him labile! I want to understand him but somehow he's just too old to be an unstable man who act like teens. Ck.

I think I see world in another unique paradigm. Again.

Oh, geez. I'm sure this blog turn to be some infotainment gossip center *headdesking*

Labels: ,



...everything happen for a reason it just lies behind abstract cover that make you confuse
you just need to believe...



I can't counting how many nights I've been wake up all day long to fill this stupidio deadline or how many dirty words and cursed, I shouted out loud under depression that this stupidio made me. Someone maybe said I'm too much, or in other word 'lebay'. Someone would said I'm expressive, yeah, I'm the one who dare to talk something that they only dare to think. Someone would hate me and the other would praised me. Well, honestly I don't give a damn about it. Care none! Because I just realized the fact that word is full of different kind of humans and not every human suited each other :)

But however, I do realized that I am a girl with a little-shitty mouth. Yeah, I know.
I usually talk whatever pops out in my head, honestly. I'm used to admit something openly. Whether is good or bad. Maybe it just because my family. My father is Bugisness and my mother is Malaynesse. Both of their background develop me to become a girl with an open and democratic mind. Yes, I proud of it. I live in a city in nowhere Kalimantan where a socialism build in trusted based and cultural knowledge. Since I was a little girl, my environment teach me the way to became a girl who honest for every body and honest for her self. It's why I became talkative. It's why I used to talking much about what I feel, what I think, what I like, what I dislike openly. They used to say 'bad' for a bad thing and never forget to praised the good thing. And people are used to accept what people think about them. It make them change their stupid behavior and became a different person, a better person. Yes. It's very ordinary action in my hometown. They are honest!

Maybe it just too good to be true to happen in this place. I know, I know. Different place and different culture and tradition. Like people said, "Wherever land you step, There the sky you praised." I know, I should make my self comfortable here. Adapting and try to shut my mouth off even more. Yeah. Indeed. I don't care if I became the villain in this story. I just feel very uneasy to all person who heard my shitty mouth and curse I shared about. It just me.. with my satiric little self.

Well, I'm racist right now :| *Kill me... kill me*

Ah, I believe Allah SWT send me to this place to learn something. I just don't understand... yet.

Or maybe I just to homesick. I need my holiday.



Labels: ,




Saya--dari dulu--bangga akan kemandirian saya. Ketahanan batin saya untuk menyepi dan mencapai tingkat tertinggi dalam kesendirian. Saya selalu mengatakan bahwa saya mandiri, kuat dan happy. Tapi kemandirian bukan berarti tidak punya teman, kan? :)





Yeah, Indeed.

Well, hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi saya. Ketahanan tubuh saya yang emang ga bisa dibanggakan ditarik sampai maksimal. Gimana ga? Saya udah kena flu dari dua hari yang lalu dan pas tepar-teparnya, masih aja memaksakan diri jadi bolang naik motor Yogyakarta - Wonosari berbekal jaket pwk tipis. Mana jalannya abstrak sekali, naik turun, blegak-blegok, khas jalanan perbukitan. Saya sepanjang jalan cuma bisa berdoa sambil pejamin mata (jangan ada yang ketawa!!). Lucu sih, tapi saya beneran takut deh kalo pake motor kemana-mana. Soalnya saya pernah tabrakan di jalan lurus Solo - Klaten, ga ada ujan ga ada badai, nabrak tukang cendol pula.

Oke, skip bagian buruknya. lol. Well, setelah sekitar dua jam-an bermotor dari Yogya, nanya sana sini akhirnya kita sampai juga di Pantai Sadranan. Pantainya emang bagus banget. Sepi lagi (loh?) Beda banget ama Pantai Pasir Panjang di Singkawang yang ramai, udah kotor dan pemandangannya itu-itu aja. Saya bersyukur banget diajakin ke pantai walau sakit deh. Haha. Jadi sepenjang pantai kita teriak-teriak geje, main-main air, foto-foto, lari-larian. Aa' Wildan yang emang cuma tidur 3 jam, terbuai oleh angin pantai dan pergi tidur. Sedangkan Dio yang emang gila, malah nyelup. Kami--sisanya--mulai menelaah ambisi terdalam kami masing-masing: difoto =))

Hasilnya, saya capek banget. Mana pulangnya sempat kena hujan. Panas badan saya naik drastis sampai (ok, skip this one too). Pokoknya saya beneran tepar dari sore sampe sekarang. Saya maksain ngepost selagi ingatan saya masih segar. *halah.

Well, saya nyuri fotonya lewat fesbuk nih. haha. Soalnya belom dapat file aslinya. Ntar deh saya upload kalo udah nodong Wira ama Malik. hehe

see? is this what they called "nice place with no memory?" (c) Shawshank Redamption

Labels: , , ,


Argh!!!
I really wanna see this Meteor Shower but this early morning my place was totally cloudy, I can't even see a star!! Argh!!

argharghargh...

okay, no problem. I just need to live 33 years more to watch that Meteor Shower again. And this is the bonus:



people said that that video was a fake, well i didn't care coz it's beautiful :p

Labels: ,


Geje =__=

Baru sebulan menyandang predikat sebagai anak kos, maagh saya udah kambuh-kambuh. Bukan karena saya telat makan, lebih karena saya ga makan sama sekali. Mau makan rasanya males tenan. Ya iya, mau makan harus jalan dulu. Mana makanan yang deket-deket itu-itu pula!!! Kalau ga pecel ayam atau lele, ya nasi goreng. =___= Saya juga ga terlalu suka masakan orang Jogja. Manis!! Dia bilang pedes ternyata ga pedes sama sekali. Jauh dari cita rasa yang biasa saya nikmati. Hiks. Bisa mati miskin + bosan saya. Padahal kalau di Pontianak, Mama saya tinggal belanja di warung toke *sekarang udah meninggal* lalu masak. Tinggal bilang mau makan apa! Semur Daging? Ayam Goreng? Bubur Pedas? Wuih Gampang. Mana kakak yang baru kerja di rumah pandai masak lagi. Mudah banget rasanya dapat makanan. Kalau ga abis ya dibuang.

Kendengarannya hidup saya spoiled plus enak sekali ya? Maybe. ==a

Ya Tuhan. Baru kali ini saya ngerasaain sakitnya ngurus diri sendiri. Setidaknya saya beruntung sekali. Lebih beruntung daripada anak-anak lain yang senasib menjadi musafir penuntu ilmu di Jogja ini. Mama saya masih perduli. Masih mampu beliin saya rice cooker plus kompor listrik yang jauh-jauh dikirim dari Pontianak. Akhirnya saya jadi bisa masak sendiri di rumah. Mau goreng-goreng makanan sesuai mood juga bisa. Kalau saya mood mau jadi vegetarian bisa ke pasar Santren di Gejayan lalu beli sayur-sayur. Kalau ga untung di depan kos saya, ada temen mama yang sekolah lagi ngekos disitu. Sering diajak makan masakan rumah. Sumpah deh, saya bosan makan di restoran, burjo atau angkringan. Saya pingin banget makan di meja makan sambil nonton tivi lalu gangguin adek saya yang kecil. Haiks. But, life must go on, icha ==a.

Disini saya baru ngerti bagaimana jadi orang. Kalau ternyata hidup itu keras. Saya ga boleh spoiled dan tergantung pada orang lain. Saya harus buang sisi malas saya dulu dan jadi pribadi yang lebih baik. *cieeehhhh*. Doain ya semua! Love you.

*ngeloyor sambil mikirin rumah*

Labels: ,


Halo all :D

Kemarin saya benar-benar jadi orang nekat ==". Baru aja di Jogja 1 bulan udah nekat naik ke kaliurang kilometer 14. Ini semua gara-gara Dwi, temen saya yang masuk Psikologi UII. Dia minta temenin cariin Modem GPRS, tapi dia minta jemput soalnya Motor Beat dia yang dikirim dari Pontianak ga nyampe-nyampe ke Jogja. Hanyut kali :p. Nah, sialnya. Kost-kostan dia yang baru jauh banget. Ke Kaliurang, naik lagi. Deket-deket Kaliurang beneran. Kalo dari kost saya jaraknya sekitar 9 km-an. Kebayangkan bagaimana pantat anda habis naik motor kesana? Mana saya belum pernah jalan jauh di Jogja ==a. Ya iyalah, motor aja baru punya tanggal 4 kemaren. Tapi berhubung saya udah janji, saya nekatin aja naik ke kaliurang itu. Berbekal petunjuk arah yang minim dari Dwi saya bawa smash saya itu ngebut ke kaki Gunung Merapi. Seram euy!

Untungnya Allah masih baik sama saya. Walau sempet nyasar dan salah masuk gang, saya berhasil ketemu kos-kosan Dwi. Bagus loh kostan-nya. Masih baru. Keren lagi. Tapi bukan itu masalahnya... Pas ngantar Dwi pulang, saya lihat pemandangan yang oke banget.

BINTANG

Yep, banyak bintang dan semuanya nampak jelas.

Entah karena kontur kaliurang yang jauh di atas permukaan laut atau karena polusi cahayanya yang tidak parah. Jadi semua rasi bintang kelihatan. Ga kesemuanya sih. Hanya yang di atas kepala dan magnitudonya kecil aja yang keliatan. Tapi overall mantep dah. Jadi nyesal ga bawa teleskop dari Pak Azrul. Hiks.

Nanti saya post-kan gambar yang saya liat kemaren ya. Pake stellarium sih. Soalnya saya ga punya kamera. Hiks, beginilah derita anak kost. Sip.. See you letter.

Regards,

cha.rae

Labels: ,

All rights reserved belladorra.blogspot.com
HOME


About
hi.
feel free to enjoy belladorra. feedbacks always welcome.
Archive
Where were you?
free counters
Follow me
Credits
Layout and header image by mymostloved with base image, brushes and background.

© 2009-2013
myfreecopyright.com registered & protected