❝ are you belladorra? ❞
Home Change Wujudkan Petarung follow

23 days to my first internship @ ITDP
we’ll see if I survive to live in such a necropolis for about 1 month...

via here

pray for me please,
e-eh pray that I’ll pass my semester exam first so I can go there :(

Labels: , , ,


"Cha, kuliah dimana?"
"UGM"
"Hoo, Jurusan?"
"Perencanaan Wilayah dan Kota."
"....." -terdiam
"Nama lainnya planologi,"
"Ooh, ilmu tentang tanaman ya?"
(deg!)


Pembicaraan di atas adalah pembicaraan yang biasanya terjadi ketika saya berbicara dengan teman atau salah satu kerabat. Sayangnya kejadian ini tidak hanya terjadi satu dua kali, tapi berkali-kali sampai saya bosan. Saya tahu nama 'perencanaan wilayah dan kota' memang tidak sepopuler teknik sipil, teknik elektro, kedokteran, pertanian dll. Memang prodi saya ini masih baru, baru berdiri dari tahun 2003 dan baru diakreditasi Desember tahun lalu (akreditasinya A loooh. Satu dari 3 univ di Indonesia yang akreditasi pwknya A). Tapi miris sekali rasanya bila prodi saya dikatakan mempelajari anatomi tanaman mentang-mentang ada 'plan' nya :(

Mungkin hal ini juga yang dialami teman-teman sekampus saya. Kegalauan akan tidak dikenalnya nama prodi kami juga materi yang diajarkan selama masa perkuliahan yang katakanlah... berbeda. Yeap. Mulai dari tumblrnya Azizah yang menceritakan 'kecelakaan' masuk ke prodi ini, Blognya Dita yang berisikan curhatnya soal tugas kami yang ga ada habisnya, juga blog Dewi dan ajakannya untuk menjadi bagian dari 'doctor of city disease' dan terlebih lagi blognya Rendy yang 'gelisah' akan banyak hal di program studi kami. Well, siapa yang kemarin bilang galau is so 2010? *lirik-lirik*

Hmmm, saya tergelitik untuk ikut berpendapat, boleh? :p

Well, satu setengah tahun berada di pwk tidak menjadikan saya sepenuhnya mengerti definisi paling tepat dari ilmu planologi. Diskusi dengan teman seangkatan, kakak tingkat, bahkan teman-teman sesama mahasiswa planologi di Undip, UNS, Unisula dan STTNas juga tidak berhasil membawa saya ke taraf 100% paham akan apa sebenarnya perencanaan wilayah dan kota itu. Masing-masing punya definisi sendiri dan bahkan bisa dikatakan masing-masing universitas memiliki mahzab tersendiri mengenai jurusan dan prodi perencanaan wilayah dan kota mereka. Namun konsklusi yang dapat saya tarik dari semua itu adalah bahwa "perencanaan merupakan ilmu yang yang menjadi jembatan dari setiap kepentingan, setiap disiplin ilmu untuk mencapai sebuah taraf kehidupan yang lebih baik. Perencanaan, walaupun namanya terdengar superior: 'Perencana' merupakan ilmu yang humble. Ya, karena perencanaan tidak hanya menjadi ilmu yang dijangkau dan melayani golongan masyarakat tertentu saja, tapi semua golongan masyarakat baik yang miskin dan kaya, golongan pekerja atau ekspatriat. Menjaga kelestarian lingkungan namun juga ikut membangun dan mengembangkan wilayah. Menggiatkan perekonomian sekaligus memaksimalkan nilai sosial. Kesemuanya dilakukan demi kehidupan yang lebih baik."

Terdengar klise ya? Ya, ya. Selintas memang iya. Tapi kenyataannya memang begitu kok. Setidaknya begitulah yang saya rasakan.

Seperti yang saya bilang mahzab tadi, Perencanaan Wilayah dan Kota UGM (yang masih satu jurusan sama Arsitektur) memang lebih concern dengan perencanaan kebijakan. Kami hanya menyentuh sedikit ilmu teknis, kulitnya saja dan selebihnya lebih membahas akan keterkaitan antar bidang penyusun kota: ekonomi, teori sosial, keruangan, hukum, metode pendekatan pada masyarakat sampai teori informasi. Meminjam istilah Rendy, kita diajarkan semua kompleksitas masalah agar bisa lebih dinamis. Mungkin dikarenakan UGM yang dikenal dengan kampus rakyat sehingga kebijakan dianggap merupakan pendekatan paling mengena pada masyarakat. Coba tanyakan dengan jurusan atau prodi pwk di universitas lain, pasti pendekatannya berbeda juga. Mungkin dikarenakan lack of calculating and technical affair, pwk dicap oleh sebagian besar orang sebagai prodi yang kurang teknik...


Ah, ya, lucu memang. Inilah hal miris lainnya dari prodi saya. Kurang dimengerti, eh? Saya sedih (dan kadang sedikit kesal) ketika orang menjudge pwk sebagai sebuah prodi yang salah fakultas. Ada yang bilang seharusnya pwk itu masuk ke hukum lah, manajemen lah, geografi lah untung ga disuruh masuk ke kedokteran gigi. Haha. Hal ini pernah ditanyakan oleh teman-teman saya dan dosen saya menjawab dengan bijak. Katanya PWK dimasukkan ke dalam teknik karena pwk itu ilmu yang merekayasa. Dasar semua disiplin ilmu diklasifikasi dalam fakultas teknik itu karena mereka merekayasa sebuah kondisi menjadi sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda kata lainnya 'menciptakan'. Sedangkan kalau fakultas sains itu berperan sebagai pendeskripsi masalah dan mencari kelemahan. Dan pwk itu adalah ilmu yang melihat kondisi eksisting dan merekayasa pembangunan yang paling cocok dengan kondisi tersebut. Itulah mengapa kami diklasifikasi sebagai seorang 'teknisian'.

Inspite all the controversy about my lecture, I do love pwk. Hanya perlu beberapa bulan adaptasi sebelum saya benar-benar merasa: this is where I belong, this is the place where I'll spend my future. Saya ga pernah merasa salah jurusan atau 'terjerumuskan' masuk ke prodi ini.

Dengan tulisan saya yang berapi-api ini saya hanya ingin meluruskan persepsi buruk (yang kebanyakan merendahkan) soal prodi saya juga mengundang banyak orang yang mungkin masih galau dengan prodi ini untuk sharing pendapat dan mungkin mendapatkan pencerahan..


Understanding is the first step to acceptance, and only with acceptance can there be recovery.
~ J. K. Rowling

Labels: , ,



t.e.a.s.e.r


Oh, guys.
The Deathly Hallow comes this month.
And I just can't sit calmly and wait patiently.
NOOOO.
So, warming up, huh? :p


01. Top 3 favorite characters & why?
Hermione Granger = She's so damn smart X). Luna Lovegood = I'm her mother #ohlongstory. Oliver Wood = Dying of his charm. LOL

02. Did it take a while before you got into the series, or did you immediately fall in love? Immediately. It just like that the book was made for me. When I read it for the first time, I almost forgot to sleep and eat << -.-" Craaaazy..

03. Favorite villain & why?
Narcissa Malfoy. She's not evil. She just... being a good mother for her son. Dilemma.

04. I know you love them all, but list all of the books in order from favorite to least favorite?
3,7,1,5,6,4,2

05. Which one of the deaths did you have the hardest time with?
Dobby. He's so loyal. I almost cry myself out :(

06. One of your favorite quotes?
"It does not do to dwell on dreams and forget to live, remember that."
—Albus Dumbledore on the Mirror of Erised

07. Favorite movie?
3rd

08. Anything you’d change in the epilogue?
Just give me a sigh of him. Just a bit!! I want to know how Oliver Wood live his life T_____T

09. What would be your favorite class at Hogwarts?
Astronomy, for sure. And Ancient Rune.

10. The cloak, the wand, or the stone?
Wand, else don't matter.

11. Is there a character you didn’t like in the books, but loved in the movies or vice-versa?
Hagrid. I love him in the books but he's quite different in the movies. Shame.

12. Least favourite character?
Cho Cang? LOL

13. Favorite location from the movies?
Blake Lake, Astronomy Tower.

14. If you could work at any place in Hogsmeade which would it be?
Of course not Honeydukes (I heart my teeth T.T). Hm, maybe the post office, Tomes and Scrolls or a fancy restaurant... (and NOT Madame Puddifoot, please)

15. Top 3 favorite scenes from the series?
Charm Room in Magical Ministery (book 6), In Black Family Tree's Room (book 5),

16. If you could ask your favorite character one thing what would it be?
Oliver Wood ask me out for Yule Ball :p

17. What would your Patronus be?
Hawk

18. What book have you read the most?
Half Blood Prince

19. If you had to date a character who would it be?
Oliver Wood or The Twins.

20. What would a boggart turn into in front of you?
....Bloody Cat? Jogres?

21. Favorite magical creature?
Pheonix. It's my wand's core.

22. Have you ever been to a midnight showing of a movie?
Yap.

23. Favorite Dursley?
Petunia

24. Who is your favorite professor at Hogwarts?
Albus Dumbledore, Filius Flitwick, Aurora Sinistra

25. Which character do you think they did the best job casting for the movies?
Emma Watson. Oo-uh.

26. Does it bother you that the movies differ from the books?
Sometimes, yes. Is it wrong to expect perfection? But, it still okay. In fact, each director's paradigms brings new color of HP it self.

27. What movie have you watched the most?
Prisoner of Azkaban.

28. Have you ever been to the WWoHP, if not do you plan on it?
..... #singing Only Hope - Mandy Moore

29. What would be the first thing you’d buy at the Twins’ joke shop?
Pygmy Puff.. unyu beth. Mmm... and love potion (geez, I never realized that I am that desperate)

30. 5 parts of the Deathly Hallows movies (1&2) that you’re looking forward to the most?
Hmm... The Prince’s Tale, Seven Harry, Aberforth Dumbledore, Fleur and Bill's Wedding, Nice Kretcher. haha..

Labels: , ,


20102010

Angka cantik lagi. Saya yakin banyak orang yang memilih hari istimewa ini untuk melakukan hal istimewa. Menikah, mengutarakan cinta, pendadaran (lol), mencoba sesuatu yang baru, melahirkan, meresmikan sebuah kapal pesiar, sebagian toko mungkin tergerak untuk memberikan discount khusus, atau mungkin ada yang memilih bunuh diri di tanggal cantik ini? (aduh yang terakhir ini biarkan jadi fantasi saya saja)

Yah. Atraksi dan selebrasi. Terlalu naif bila saya mengatakan bahwa saya tidak menyukai hal-hal yang berbau demikian. Dan ditanggal cantik ini, saya memilih untuk merayakan hari berhenti berharap dan melanjutkan hidup. Terdengar ambigu? Oui. Harapan itu memang merupakan sebuah sumber dari semangat untuk maju, menjadi lebih baik, sebuah iming-iming di garis finish yang membuat kita terus berlari. Namun kadang kala kita harus mengetahui harapan apa yang masih bisa diwujudkan dan mana yang tidak. Mencegah kegilaan semu akan 'harapan' itu sendiri. Katakanlah seseorang wajib menjadi idealis namun harus realistis.

Nah, untuk memperingatinya, saya akan membocorkan sedikit draft saya yang lama tersimpan di folder saya. Wew, kedengaran kalau saya sudah menjadi penulis terkenal saja. Lol. Well, setidaknya saya punya kesempatan untuk memperlihatkan draft ini pada seseorang (syukur bila ada yang baca) karena sampai saat ini saya belum menyelesaikan draft ini. Yap, saya penulis yang sangat tidak berpendirian dan moody. Poor me.

un

“Maukah kau menghubungiku bila… kau sudah disana?”

Hening. Ia hanya membuang wajahnya. Tak ingin dihinggapi kewajiban untuk menjawab pertanyaan kecilku. Lama baru ia berkata pelan, sebuah kata yang tak lebih dari sekedar gumaman samar.

“Mungkin.”

-----------

Paris. Summer, 2009.

Hujan.

Suara rintikan air menggema di dalam apartemenku yang kecil. Menyebarkan aroma tanah basah khas musim panas ke seluruh ruangan. Temperatur yang tadinya panas perlahan-lahan menurun seiring makin bertambahnya intensitas butiran-butiran air yang menggenangi bumi. Biasanya aku menyukai hujan. Aku akan mengambil kameraku dan mulai mengambil gambar orang yang berlarian di bawah sana. Eksekutif muda, anak-anak, ibu-ibu juga tukang susu dan tukang roti, semuanya basah dan kehujanan. Ataupun aku hanya akan sekedar mengambil gambar lautan payung bewarna-warni yang menghiasi jalanan kota Paris yang suram. Akan tercipta banyak sekali tawa dalam setiap prosesnya. Banyak sekali. Tapi tidak kali ini…

Aku duduk di sofa coklat kumalku. Menatap layar televisi yang hitam sempurna karena tidak dihidupkan. Aku hanya memakai T-Shirt favoritku yang sudah lusuh, T-Shirt putih bertuliskan ‘Are you happy now?’ besar-besar bewarna merah. Ditambah sepotong celana pendek bewarna coklat dan sandal rumah berkepala panda. Dan di tangan kiriku ada sebuah handphone mungil bewarna perak yang aku beli dua tahun lalu.

Hari ini genap dua tahun dia pergi.

Dan ia bahkan tidak pernah meneleponku, sama sekali.

Aku sudah duduk di kursi ini sejak pagi. Memilih untuk bolos kantor. Aku mematung di tempat ini sejak hari masih cerah, hari mulai hujan lalu sampai sekarang saat hujan sudah mulai berhenti. Handphone kecil ini sudah lelah menari-nari di tanganku. Tapi belum sekalipun ia berdering. Aku menatap benda mungil itu—benda kecil yang seharusnya tidak sanggup aku beli dari gaji seorang pengarah mode di majalah kecil. Benda yang aku beli hanya karena angan-anganku akan dirinya yang terlalu besar. Angan-angan agar ia bersimpati sedikit padaku untuk menekan sepuluh digit nomor hanya untuk menghubungiku. Menghubungi seorang gadis posesif yang selalu setia menunggunya.

Labels: ,


SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) merupakan sebuah software statistik yang menurut saya paling populer. Hal ini dikarenakan tools dan penggunaan yang andal, nyaman dan tidak ribet. Software ini sudah dipakai pada berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari mahasiswa dan akedimisi (seperti saya u_u), swasta, pemerintah bahkan organisasi-organisasi independen yang menggunakan SPSS dalam riset dan survey.

Sebenarnya saya ngesok aja nih posting soal SPSS, padahal saya ngerti cuma sebagian kecil aja. LOL. Itupun karena ada asistensi di kampus soal SPSS, kalo ga, sampe skarang masih buta akan software ini. Saya sudah membaca buku "Pintar SPSS dalam 1 Minggu" tapi udah sebulan lewat, masih aja ga pinter-pinter. Lol. Di Perencanaan Wilayah dan Kota, SPSS biasanya digunakan dalam mengolah data kependudukan atau data ekonomi suatu wilayah. Analisis data ini sangat diperlukan bagi seorang planner sebagai sumber vital yang kaitannya sangat erat dengan daerah yang akan direncanakan.

click for download


Well, saya ga usah jelasin gimana makainya ya. Temen-temen saya udah dari dulu bilang kalau saya ga cocok jadi guru atau bahkan dosen karena saya ga pinter jelasin dan seharusnya saya nyerah untuk belajar ngajarin anak orang. Haha. Nah, menghindari kesia-siaan, mari belajar mandiri, okay? :p Tutorial SPSS (in Indonesia) yang lengkap bisa di download disini.

Selamat berhitung!! :)

Labels: ,

About
hi.
feel free to enjoy belladorra. feedbacks always welcome.
Archive
Where were you?
free counters
Follow me
Credits
Layout and header image by mymostloved with base image, brushes and background.

© 2009-2013
myfreecopyright.com registered & protected